Sabtu, 26 Februari 2011

PASIENNYA MANA? (Terusan Rujak Tiga Ronde)

Dengan gontai aku berjalan menuju rumah sakit. Ica berjalan di depanku, hujan rintik-rintik membuatku menggigil dan merapatkan tubuhku ke Ica. Aku memegang lengannya. Ku lihat Ama menunggu kami di depan UGD. Aku terus merapatkan tubuhku ke Ica, rasanya kepalaku sakit dan ada batu besar di ubun-ubun.
Ama tersenyum dan membukakan pintu UGD. Seketika semua dokter dan perawat matanya tertuju pada kami. Ama terlihat ingin mengucapkan sesuatu namun suaranya kalah oleh pertanyaan dokter dan perawat yang bertanya secara serempak membuatku diam tak berkutik.
"Maaf...pasiennya yang mana, ya????" tanya mereka
Aku dan Ica apalagi Ama terdiam sejenak. Tiba-tiba secara reflek aku menunjuk Ica dan Ica pun menunjuk ke arahku, kami tertawa bersama-sama tanpa mampu berkata-kata. seketika ruang UGD riuh oleh tawa.
"Kita salah gestur...hehehe...yang sakit malah menuntun yang sehat, muka lu sih kayak orang sakit" kataku sambil memegangi perutku yang sakit karena terus tertawa.