Sumber gambar : http://www.youtube.com/watch?v=75pR9Rf3Vtg
Tak sengaja, membuka halaman FB ada sebuah status temanku
yang nge-share video wawancara konyol pada saat pertunangan artis
dangdut Zaskia Gotik dan juga calon suaminya yang membuat saya berhenti dan
meng-klik tagline tersebut. Berikut ini kata-kata yang membuat saya ingin
tertawa, apalagi dalam video diiringi dengan backsound yang sesuai dan menandakan kekonyolan sang actor.
"Di usiaku saat ini, ya twenty nine my age, tapi
aku masih merindukan apresiasi, karena basically aku seneng music walau kontroversi
hatiku lebih menunjukkan konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya.
Ya kita belajar pada harmonisisasi pada hal yang terkecil sampai yang terbesar. Aku pikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan mengkudeta apa yang menjadi keinginan.
Dengan hubungan ini bukannya untuk mempertakut bukan mempersuram statutisasi kemakmuran keluarga dia tapi menjadi confident. Kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita lebih baik dan aku sangat bangga."
Ya kita belajar pada harmonisisasi pada hal yang terkecil sampai yang terbesar. Aku pikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan mengkudeta apa yang menjadi keinginan.
Dengan hubungan ini bukannya untuk mempertakut bukan mempersuram statutisasi kemakmuran keluarga dia tapi menjadi confident. Kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita lebih baik dan aku sangat bangga."
Jujur, sebagai orang yang pernah bergabung
dalam komunitas kepenulisan ini adalah salah satu contoh orang yang
menghancurkan tatabahasa. Namun, anehnya di Negara kita tercinta ini di satu
sisi hal ini jadi gunjingan, apalagi sang tokoh adalah orang yang terlibat
banyak kasus. Tapi di sisi lain, hal ini malah diikuti “latah” dan dijadikan
trend.
Lihat saja, di FB atau pun media
sosial lainnya setiap status kebanyakan kini menggunakan gayanya Vicky. Mantap kali
orang ini, Cuma dua menit kemunculannya dalam wawancara, tapi sudah
menghipnotis manusia sebegitu banyaknya bahkan menjadi berita terus terutama di
infotaiment. Sms, status BB bahkan percakapan kita pun mulai menggunakan bahasa
“alay-nya Vicky”.
Fenomena ini adalah salah satu
rentetan dari latahnya manusia. Manusia adalah makhluk audio visual, artinya
apa yang ia dengar dan lihat dengan mudah menirunya bahkan tanpa filter untuk
membedakan apakah ini baik atau buruk jika dilakukan. Kuncinya, hanya pada
kesadaran masing-masing individu. Kesadaran itu dipelihara dan digunakan hanya
bagi orang-orang yang memiliki landasan idealisme dan keyakinan diri yang kuat,
sehingga ia tak mudah terpengaruh tapi terbuka dalam fikiran yang positif dan
bersabar dalam menjalankan proses kehidupannya.
Apa yang diucapkan Vicky mungkin itu adalah dampak dari kebiasaan ia sehari-hari. Sehingga, ia pun tanpa sadar melakukannya di ruang yang dia anggap sama seperti biasanya ia berkata-kata. Padahal itu membuat kontroversi hati...et dah mulai kebawa nih...hihihi. Ya, biarlah Vicky menjadi tren karena saat ini saatnya dia yang popular,
setelah masa habisnya kepopuleran Arya Wiguna melalui “GERBRAKAN MARAHNYA” dan
juga kepopuleran Syahrini dengan “Sesuatunya.” Bahasa, gaya adalah hal yang
mudah sekali menjadi model bagi orang lain. Alangkah bijaknya jika kita sebagai
manusia lebih hati-hati dalam berperilaku maupun berkata-kata. Karena apa yang
kita katakan dan lakukan adalah cerminan dari diri kita.Semoga kita menadi Model yang baik bagi orang lain, setidaknya jadilah model yang baik untuk keluarga kita.
GERAKAN INDONESIA SADAR
