Siapa yang tidak ingin mendapatkan pekerjaan yang diinginkan? Gaji
besar dan penuh gengsi. Tentunya semua orang menginginkannya? Lah
mengapa juga kita harus bekerja? Ya, kalau tidak bekerja kita gak punya
duit dooonk…kalau gak kerja kita gak bias ini, itu, bla bla…
Bekerja merupakan salah satu kebutuhan manusia, walaupun tujuannya
adalah memang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Jika kita
menengok teori hirarki kebutuhannya Maslow, bahwa kebutuhan manusia ada
lima tingkatan.
Kebutuhan pertama adalah
kebutuhan yang bersifat fisiologis. Ini adalah kebutuhan biologis.
Mereka terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh
relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang
tidak diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam
pencarian seseorang untuk kepuasan. Puas makan, puas minum contohnya.
Kedua adalahkebutuhan akan rasa aman. Ketika semua kebutuhan fisiologis
puas dan tidakmengendalikan pikiran lagi dan perilaku, kebutuhan
keamanan dapat menjadi aktif. Aman dalam keuangan, aman dari bahaya
perang, hujan, panas dan lain sebagainya.
Ketiga,kebutuhan untuk dicintai dan disayangi. Alias di sini manusia
butuh yang namanya perhatian, mencintai dan dicintai oleh orang lain.
Pada tahap kebutuhan ini, banyak manusia yang galau, dan biasanya
menyerang semua usia. Dari anak-anak hingga orang tua. Cirinya, kalau
anak-anak pasti mencari perhatian dengan Berulah (dan biasanya disebut
nakal), kalau sudah remaja sampai dewasa mulailah termakan dengan virus
merah jambu, alaias jatuh cinta, memiliki pergaulan yang berkelompok,
hingga akhirnya memutuskan menikah dan membentuk keluarga baru.
Yang keempatadalah kebutuhan Harga diri, alias prestise atau gengsi.
Dulu kita ketika uangnya pas-pasan atau masih dalam level 1 (Kebutuhan
Fisiologis), mau beli sepatu atau baju yang harganya mahalan dikit saja
mikirnya beraus-ratus kali,mau makan saja lebih milih cari yang murah.
Tapi, kalau sudah terpenuhi alias sudah aman keuangannya maka yang
dipikiran yang ada hanyalah harga diri. Mau makan, cari tempat makan
khusus orang-orang yang harga dirinya tinggi, pakai baju, celana, jam
sepatu dan sebagainya haruslah yang menaikkan harga diri,bermerek dan
mahal.
Yang terakhir adalah kebutuhan aktualisasi
diri, konon Maslow mengatakan bahwa kebutuhan ini muncul apabila semua
kebutuhan dasar sampai peringkat ke empat sudah terpenuhi atau
terpuaskan, namun apakah manusia hidup hanya untuk mencari kepuasan
semata? Bukankah manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa puas?
Pernah salahsatu tokoh pengusaha di Indonesia, berkata bahwa ia
mencalonkan diri menjadi presiden merupakan dorongan ingin
mengaktualisasikan diri. Berarti kalau boleh saya cerna, ia berniat
nyapres karena ingin memenuhi kebtuhannya atau kepuasannya semata, kalau
tidak puas nanti bagaimana?
Ya, teori boleh ada karena itu semua
berasal dari pengalaman pribadi dan juga penelitiannya juga termasuk
teori Maslow ini. Hanya saja, jika kita lihat realitinya, adakah
sekarang orang yang sudah terpenuhi fisiologisnya, sandang pangan
papannya baru dia mau cari pacar atau pasangan? Atau sudah menikah baru
beli baju yang bermerek? Jam bermerek?
Kenyataannya
tidaklah demikian. Berapa banyak pengangguran yang ingin makan mewah,
punya pacar cantik/ganteng, supaya pas jalan banyakyang kagum. Berapa
banyak orang yang nyaleg berbekal ijazah palsu, berapa banyak orang
pura-pura kaya demi mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang lain.
Itu kebutuahn atau kepuasan? Hehehe…Semua kembali lagi ke diri
masing-masing. Wallahu’alam
*Catatan saat hujan di busway