Kamis, 12 Desember 2013

Kebutuhan atau Kepuasan?

   Siapa yang tidak ingin mendapatkan pekerjaan yang diinginkan? Gaji besar dan penuh gengsi. Tentunya semua orang menginginkannya? Lah mengapa juga kita harus bekerja? Ya, kalau tidak bekerja kita gak punya duit dooonk…kalau gak kerja kita gak bias ini, itu, bla bla…
                Bekerja merupakan salah satu kebutuhan manusia, walaupun tujuannya adalah memang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan manusia. Jika kita menengok teori  hirarki kebutuhannya Maslow, bahwa kebutuhan manusia ada lima tingkatan.
               Kebutuhan pertama adalah kebutuhan yang bersifat fisiologis. Ini adalah kebutuhan biologis. Mereka terdiri dari kebutuhan oksigen, makanan, air, dan suhu tubuh relatif konstan. Mereka adalah kebutuhan kuat karena jika seseorang tidak diberi semua kebutuhan, fisiologis yang akan datang pertama dalam pencarian seseorang untuk kepuasan. Puas makan, puas minum contohnya. 
               Kedua adalahkebutuhan akan rasa aman. Ketika semua kebutuhan fisiologis puas dan tidakmengendalikan pikiran lagi dan perilaku, kebutuhan keamanan dapat menjadi aktif. Aman dalam keuangan, aman dari bahaya perang, hujan, panas dan lain sebagainya.
              Ketiga,kebutuhan untuk dicintai dan disayangi. Alias di sini manusia butuh yang namanya perhatian, mencintai dan dicintai oleh orang lain. Pada tahap kebutuhan ini, banyak manusia yang galau, dan biasanya menyerang semua usia. Dari anak-anak hingga orang tua. Cirinya, kalau anak-anak pasti mencari perhatian dengan Berulah (dan biasanya disebut nakal), kalau sudah remaja sampai dewasa mulailah termakan dengan virus merah jambu, alaias jatuh cinta, memiliki pergaulan yang berkelompok, hingga akhirnya memutuskan menikah dan membentuk keluarga baru.
             Yang keempatadalah kebutuhan Harga diri, alias prestise atau gengsi. Dulu kita ketika uangnya pas-pasan atau masih dalam level 1 (Kebutuhan Fisiologis), mau beli sepatu atau baju yang harganya mahalan dikit saja mikirnya beraus-ratus kali,mau makan saja lebih milih cari yang murah. Tapi, kalau sudah terpenuhi alias sudah aman keuangannya maka yang dipikiran yang ada hanyalah harga diri. Mau makan, cari tempat makan khusus orang-orang yang harga dirinya tinggi, pakai baju, celana, jam sepatu dan sebagainya haruslah yang menaikkan harga diri,bermerek dan mahal.
            Yang terakhir adalah kebutuhan aktualisasi diri, konon Maslow mengatakan bahwa kebutuhan ini muncul apabila semua kebutuhan dasar sampai peringkat ke empat sudah terpenuhi atau terpuaskan, namun apakah manusia hidup hanya untuk mencari kepuasan semata? Bukankah manusia adalah makhluk yang tidak pernah merasa puas?
           Pernah salahsatu tokoh pengusaha di Indonesia, berkata bahwa ia mencalonkan diri menjadi presiden merupakan dorongan ingin mengaktualisasikan diri. Berarti kalau boleh saya cerna, ia berniat nyapres karena ingin memenuhi kebtuhannya atau kepuasannya semata, kalau tidak puas nanti bagaimana?
Ya, teori boleh ada karena itu semua berasal dari pengalaman pribadi dan juga penelitiannya juga termasuk teori Maslow ini.  Hanya saja, jika kita lihat realitinya, adakah sekarang orang yang sudah terpenuhi fisiologisnya, sandang pangan papannya baru dia mau cari pacar atau pasangan? Atau sudah menikah baru beli baju yang bermerek? Jam bermerek?
             Kenyataannya tidaklah demikian. Berapa banyak pengangguran yang ingin makan mewah, punya pacar cantik/ganteng, supaya pas jalan banyakyang kagum. Berapa banyak orang yang nyaleg berbekal ijazah palsu, berapa banyak orang pura-pura kaya demi mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang lain. Itu kebutuahn atau kepuasan?  Hehehe…Semua kembali lagi ke diri masing-masing. Wallahu’alam

*Catatan saat hujan di busway

Tidak ada komentar:

Posting Komentar