Citra Diri Muslim
Oleh :
Lina M. Komaruddin
dalam sebuah ayat dikatakan "barang siapa yang mengenal dirinya, maka dia telah mengenal-KU" (Allahu'alam) Jelas, bahwasannya manusia yang mengenal dirinya adalah yang mengenal Tuhannya. Namun, apa yang terjadi saat ini adalah justru sepertinya manusia seolah-olah mengenal dirinya tetapi semakin jauh dengan tuhannya. Apa yang terjadi sebenarnya?
Pada era ini manusia berlomba-lomba untuk mengembangkan citra dirinya. Yang konon dengan mengenal citra dirinya maka ia dapat meraih kesuksesan yang luar biasa. Kita pun mulai mengenali dan menggali diri sendiri, kita sibuk menggali potensi-potensi yang terkandung di dalam diri kita, kita sibuk tutupi dan minimalisir apa yang menjadi kekurangan yang ada pada diri kita bahkan kalau perlu jangan sampai orang lain tahu apa yang menjadi kekurangan atau kelemahan kita, dan kita pun terus bergerak maju untuk menaklukan segala rintangan dan tantangan apa pun yang menjadi penghalang dalam meraih kesuksesan yang kita impikan.
Tetapi, banyak sekali dari kita yang justru mengalami frustasi, sedih, bertindak agresif dan berakhir dengan kesengsaraan yang berkepanjangan karena banyaknya kegagalan dan juga ketidak puasan dengan apa yang diraih. Bahkan, tak urung kita menyalahkan nasib, dan Tuhan yang telah menciptakan diri kita. Kita mengeluh dan protes mengapa Tuhan tidak memberikan apa yang kita inginkan. Kita merasa kerja keras kita, keinginan, dan harapan kita tidak ada artinya.
Sesungguhnya itu adalah akibat dari kurangnya kita bersabar dan bersyukur pada Allah Swt. Kita senantiasa dibutakan oleh kekecewaan kita sendiri sehingga citra diri dan potensi sabar yang melekat pada diri kita pun terhapus. Kita senantiasa terlalu sombong dengan apa yang menjadi kelebihan dan kesuksesan kita sehingga citra diri syukur yang sejak lahir telah ada dalam hati sanubari kita pun tertutupi oleh nafsu yang terus membakar hati nurani kita.
Oleh karena itu, sesungguhnya citra diri seorang muslim adalah citra diri yang sangat fitrah yang di dalamnya terdapat sifat-sifat keilahian seperti, sifat sabar, syukur, bijaksana, penyayang dan lain sebagainya. Karena, sesungguhnya orang yang mengenal dirinya adalah orang yang mampu menyadari dan mengaplikasikan nilai-nilai keilahian yang tertanam dalam jiwanya. Wallahu’alam bishowab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar