SANG GURU KEHIDUPAN
"Bagiku, keluarga bukanlah hanya karena mereka memiliki ikatan darah, namun keluarga adalah mereka yang sayang padamu dan kita menyayanginya di mana pun kapan pun walaupun tanpa ada ikatan atau pertalian darah"
Mengapa? karena semuanya adalah pengalaman yang aku rasakan selama hidup 27 tahun ini. Keluarga yang kumiki sangatlah banyak, salah satunya adalah keluarga besar kampus pencetak motivator pertama di Indonesia yakni KAHFI. Di sana aku berteme dengan orang-orang yang luar biasa, termasuk sang guru yang sangat aku sayangi dan telah ku anggap sebagai ayahku sendiri, Tubagus Wahyudi yang biasa kami panggil dengan sebutan "om bagus".
Om bagus selalu mengajarkan tentang arti kesadaran diri, optimis dan arti dari bagaimana kita memaknai dan menjalani kehidupan. Ajarannya selalu menyejukkan dan membuat hatiku bergejolak dalam meraih impian. Beliau selalu membuatku merindukan suaranya ketika memberikan pengarahan maupun ajarannya. di luar kampus, atau di rumah ataupun di tempat lain aku selalu merasa dia adalah orang tuaku. Dia memperlakukan kami murid-muridnya tanpa pandang bulu, dengan bijaksana dan adil sesuai porsi yang dibutuhkan. karena itulah yang kami butuhkan dalam proses menerapi diri.
Tak ayal, kami sering makan bersama di rumah atau di luar bersama-sama. Kadang om bagus sengaja memasak untuk kami. Tak ayal membuat kami merasa sangat istimewa. Sungguh beliau adalah tipe manusia langka yang ada dan harus dilestarikan dengan membentuk penerus beliau.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar