Senin, 16 September 2013

FENOMENA VICKY… AWALNYA GUNJINGAN JADI TREND?

Sumber gambar : http://www.youtube.com/watch?v=75pR9Rf3Vtg


Tak sengaja, membuka halaman FB ada sebuah status temanku yang nge-share video  wawancara konyol pada saat pertunangan artis dangdut Zaskia Gotik dan juga calon suaminya yang membuat saya berhenti dan meng-klik tagline tersebut. Berikut ini kata-kata yang membuat saya ingin tertawa, apalagi dalam video diiringi dengan backsound yang sesuai dan menandakan kekonyolan sang actor.

"Di usiaku saat ini, ya twenty nine my age, tapi aku masih merindukan apresiasi, karena basically aku seneng music walau kontroversi hatiku lebih menunjukkan konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya.

Ya kita belajar pada harmonisisasi pada hal yang terkecil sampai yang terbesar. Aku pikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan mengkudeta apa yang menjadi keinginan.

Dengan hubungan ini bukannya untuk mempertakut bukan mempersuram statutisasi kemakmuran keluarga dia tapi menjadi confident. Kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita lebih baik dan aku sangat bangga."

                Jujur, sebagai orang yang pernah bergabung dalam komunitas kepenulisan ini adalah salah satu contoh orang yang menghancurkan tatabahasa. Namun, anehnya di Negara kita tercinta ini di satu sisi hal ini jadi gunjingan, apalagi sang tokoh adalah orang yang terlibat banyak kasus. Tapi di sisi lain, hal ini malah diikuti “latah” dan dijadikan trend.
                Lihat saja, di FB atau pun media sosial lainnya setiap status kebanyakan kini menggunakan gayanya Vicky. Mantap kali orang ini, Cuma dua menit kemunculannya dalam wawancara, tapi sudah menghipnotis manusia sebegitu banyaknya bahkan menjadi berita terus terutama di infotaiment. Sms, status BB bahkan percakapan kita pun mulai menggunakan bahasa “alay-nya Vicky”.
                Fenomena ini adalah salah satu rentetan dari latahnya manusia. Manusia adalah makhluk audio visual, artinya apa yang ia dengar dan lihat dengan mudah menirunya bahkan tanpa filter untuk membedakan apakah ini baik atau buruk jika dilakukan. Kuncinya, hanya pada kesadaran masing-masing individu. Kesadaran itu dipelihara dan digunakan hanya bagi orang-orang yang memiliki landasan idealisme dan keyakinan diri yang kuat, sehingga ia tak mudah terpengaruh tapi terbuka dalam fikiran yang positif dan bersabar dalam menjalankan proses kehidupannya.
Apa yang diucapkan Vicky mungkin itu adalah dampak dari kebiasaan ia sehari-hari. Sehingga, ia pun tanpa sadar melakukannya di ruang yang dia anggap sama seperti biasanya ia berkata-kata. Padahal itu membuat kontroversi hati...et dah mulai kebawa nih...hihihi. Ya, biarlah Vicky menjadi tren karena saat ini saatnya dia yang popular, setelah masa habisnya kepopuleran Arya Wiguna melalui “GERBRAKAN MARAHNYA” dan juga kepopuleran Syahrini dengan “Sesuatunya.” Bahasa, gaya adalah hal yang mudah sekali menjadi model bagi orang lain. Alangkah bijaknya jika kita sebagai manusia lebih hati-hati dalam berperilaku maupun berkata-kata. Karena apa yang kita katakan dan lakukan adalah cerminan dari diri kita.Semoga kita menadi Model yang baik bagi orang lain, setidaknya jadilah model yang baik untuk keluarga kita.

GERAKAN INDONESIA SADAR

               

2 komentar: